Nganjuk, PING - Sebagai garda terdepan dalam penegak peraturan daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk bersama Kantor Bea Cukai Kediri dan instansi terkait kembali menggelar operasi gabungan.
Hal tersebut dilakukan, sebagai upaya menindaklanjuti masih maraknya peredaran rokok ilegal atau rokok tanpa pita cukai di wilayah Kabupaten Nganjuk.
Terbukti, dari giat yang dilaksanakan di tiga wilayah Kecamatan itu berhasil mengamankan 20.292 batang rokok ilegal dengan berbagai merk.
"Iya, hari ini, Satpol PP Nganjuk bersama Kantor Bea Cukai Kediri telah melaksanakan operasi gabungan terkait peredaran rokok ilegal tersebut," kata Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk, melalui Kepala Bidang Penegak Perda, Sujito saat pers reales di Aula Satpol PP Nganjuk, Selasa (05/11/2024).
Disampaikan, Sujito, giat tersebut menyisir tiga kecamatan. Yakni kecamatan Loceret, Berbek dan Ngetos. "Hasilnya, kita berhasil mengamankan 20.292 batang rokok ilegal dengan 32 merk. Jika dihitung nilai barangnya sebesar 28.062.960 rupiah. Sementara, kerugian negara 15.137.832 rupiah," jelasnya.
Untuk itu, Sujito, menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk agar tidak memperjual belikan rokok ilegal."Apabila menemui peredaran rokok ilegal diwilayahnya segera laporkan kepada Kantor Bea Cukai Kediri atau Satpol PP Nganjuk," ajaknya.
Sementara itu, Aji Dharma perwakilan dari Kantor Bea Cukai Kediri membeberkan bahwa tindak lanjut hasil operasi yang berupa rokok ilegal ini akan di bawa ke Kantor Bea Cukai sebagai barang bukti. Kemudian, untuk penjualnya akan didalami kasusnya, apakah penjual tersebut dalam skala besar atau tidak.
"Jadi kami (Kantor Bea Cukai Kediri) akan menggali informasi dari penjual tersebut. Sehingga nantinya, akan diproses sesuai dengan bobot hasil penyelidikan. Cukup denda administrasi ataupun tindak pidana," tegasnya.
Selanjutnya, Aji Dharma juga menyerukan "Gempur atau Stop Peredaran Rokok Ilegal" di wilayah Kabupaten Nganjuk. "Karena, hal ini bisa mematikan penjual rokok resmi. Oleh karena itu, mari kita perangi bersama," imbuhnya.