Sejarah Desa Sidorejo



SEJARAH DESA SIDOREJO

Sejarah Desa Sidorejo tidak terlepas dari nama seorang tokoh yang membabat desa yaitu mbah Meko Joyo,dimana beliau seorang yang lumpuh (tidak dapat berjalan). Desa ini awalnya bernama desa Meko dengan lurah seumur hidup yang bernama Rono Kromo. Lurah Rono Kromo adalah Kepala Desa yang dermawan dan bijaksana sehingga sangat dicintai oleh rakyatnya.

Karena adanya semangat perubahan maka desa ini pada tahun 1955 diubah namanya menjadi Sidorejo. Nama Sidorejo menurut bahasa jawa  berasal dari kata Sido yang artinya Jadi dan Rejo yang artinya Ramai,sehingga dapat disimpulkan bahwa Sidorejo diharapkan bisa menjadi sebuah desa yang ramai dan maju. Pada tahun 1930 desa Sidorejo merupakan benteng Belanda dan sebagai ajang pertempuran para pejuang bangsa melawan penjajah, sehingga sebagai tanda peringatan dibangunlah sebuah tugu di tengah dusun Sumber.

Begitu juga sekitar tahun 1965 masyarakat desa hidup dalam keadaan tercekam dan ketakutan dengan adanya gerakan partai terlarang G30S PKI. Namun demikian berkat kegigihan Kepala Desa yang bernama Mangunadi, Desa sidorejo banyak berkembang pesat, terbukti banyak dibangunnya sarana prasarana desa antara lain: lapangan sidorejo, Masjid Sumber, Sekolah Dasar (SD) dan lain-lain. Adapun kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut: Rono Kromo (tahun ..........s.d 1915), Kartorejo (tahun 1915 s.d 1940), Mangunadi (tahun 1940 s.d 1965), Ismuharjo PJ kepala Desa (tahun 1965 s.d 1967), Suprapto HS (tahun 1967 s.d 1979), Bambang Wiyono PJ Kepala Desa (tahun 1979 s.d 1981), Bambang Wiyono (tahun 1981 s.d 1999), Sunarji,SE (Tahun 1999 s.d 2013), SUTRIONO (Tahun 2013 s.d Sekarang)